Kisah Imam Syafi’i dan Ibunya , Sangat Menginspirasi

0
56
Source image: androphedia.com

Kisah imam syafi’i dan ibunya ini sangat menginspirasi banget, silahkan sahabat carayang membacanya dengan santai.

Imam SYafi’i disaat mau dikirim ke Madinah, gurunya syafi’i berkata “Syafi’i ilmuku sudah habis pergilah kau ke Madinah”, kemudian Imam Syafi’i pamitan kepada ibunya.

Ibu dari Imam Syafi’i berkata ” Nak berangkatlah kau menuntut ilmu, ilmu jihad di jalan Allah, kita ketemu nanti di akhirat saja” .

Imam Syafi’i ke madinah lalu berangkat ke iraq, di irak imam syafi’i cukup lama bukan 1 tahun atau 2 tahun, pulang kerumah dia tidak berani karena belum di panggil sama ibunya.

Beliau di iraq menjadi orang alim besar, sehingga setiap ada rombongan dari iraq yang beribadah haji dan disaat ibunya imam syafi’i juga beribadah haji, suatu hari ketika ada halaqah besar di masjidil haram dan ada alim besar dari iraq yang sebentar-sebentar menyebutkan qola Muhammad bin ‘Idris Asy-Syafi’i berkali-kali.

Ibunya Imam syafi’i bingung dan beliau bertanya, “syekh siapa Muhammad bin ‘Idris Asy-Syafi’i?” dan Syekh tersebut menjawab dengan penuh kebanggan “Dia adalah guruku seorang alim dari iraq yang berasal dari mekah ini.

Ibu imam Syafi’i kaget dan berkata “ketahuilah Syekh, Muhammad bin ‘Idris Asy-Syafi’i adalah anakku” kemudian ibunya menitipkan pesan ” Kalau memang Syafi’i ingin pulang , syafi’iboleh pulang” lalu pesan tersebut disampaikan kepada Imam Syafi’i bahwa dia boleh pulang.

Imam Syafi’i bergegas pulang, karena imam syafi’i itu kiyai gede ulama kelas dunia sehingga syairnya imam syafi’i itu kalau di bawa ke mekah langsung tersebar kepenjuru dunia.

Akhirnya ketika imam syafi’i mau berangkat pulang, orang-orang di iraq yang sudah mencintai imam syafi’i memberikan kekayaannya, ada yang memberi 3 unta, 1 unta, dari banyak rakyat iraq, jadi ketika pulang imam syafi’i punya ratusan unta dengan isinya sekaligus dipunggungnya unta.

Imam syfi’i bingung, di kawal oleh beberpa santrinya, jadi imam syafi’i pada waktu itu pulang dengan kekayaan.

Sampai di batas kota mekah imam syafi’i menyuruh santrinya untuk mengetuk pintu rumah ibunya agar memberikan kabar bahwa imam syafi’i sudah dekat.

Setelah di ketuk ibunya bertanya “siapa ini?” santri menjawab “saya muridnya imam syafi’i, imam syafi’i sudah di batas tapal kota mekah dan dia sudah mau masuk” ibunya bertanya “Syafi’i bawa apa?”

Dengan penuh kebanggaan muridnya bercerita “Imam syafi’i membawa ratusan unta” ibunya menjawab “ditutup pintunya… aku menyuruhnya ke iraq bukan mencari dunia, katakan kepada syafi’i dia tidak boleh pulang ke rumah”.

Kemudian setelah menerima kabar dari muridnya, imam syafi’i mengumpulkan warga mekah dan membagikan semua untanya, yang tersisa hanya kitab saja.

Kemudian diutus lagi muridnya ke rumah ibunya.. ibunya berkata “siapa ini?” muridnya menjawab ” Aku muridnya syafi’i, untanya syafi’i sudah dibagikan semuanya yang tersisa hanya kitab dan ilmunya”.. ibunya menjawab “Yasudah kalau begitu syafi’i aku tunggu”. Masya Allah.

Ada dua hikmah, yang pertama seorang ibu yang baik itu tidak menjadikan anaknya sapi perah untuk cari uang, itu ibu yang bener.

Yang kedua, kalau ibu melepas anaknya dengan sukarela karena Allah di pertemukan kembali oleh Allah didunia, ibunya imam syafi’i rela melepas anaknya untuk kemudian ketemu di akhirat ikhlas karena Allah dipertemukan kembali di dunia karena Allah. dan Insya Allah berkumpul di akhirat.

Referensi : Youtube Al-Bahjah TV Penceramah Buya Yahya